Cari Blog Ini

Arsip

Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Postingan Populer

Kontributor

Minggu, Oktober 31, 2010

Tangisku Tersenyum

- 3 komentar

Cinta ini begitu menyiksa, luka yang telah kurasakan begitu sulit untuk disembuhkan, berat untuk dihapus datang luka kembali, bukan disakiti tapi menyakiti, hati ini semakin perih saat teringat berbagai kenangan bersamanya, belum selesai ku membalut luka, ku terluka kembali, ingin ku mengeluh tapi inilah hidup, ku sadari arti hidup ini sebenarnya, tapi aku tak bisa mengaplikasikanya, berbagai pengalaman tak memberikan suatu pengertian yang berarti, itulah mengapa sulit sekali untuk menyembuhkan hati ini. mungkin dan mungkin hanya waktu yang bisa menjawabnya, biarkan waktu berbicara. ku akan coba untuk menjalaninya, meninggalkan jejak yang berat untuk dilepas, tapi sekarang berikan kesempatan untukku, agar ku bisa terbang menjauh, walau sayap-sayapku telah patah, tapi ku akan tetap berusaha untuk bisa melangkah. Ya Rabbi, , ,engkaulah Maha pembolak balik hati, jadikanlah kesakitan, kegelisahanku menjadi sesuatu yang menenangkan. ampuni hamba-Mu ini ya Allah. ku ingin bersimpuh pada-Mu, aku sadar betapa banyak ku melupakan-Mu ketika hati ini telah mencinta seseorang, ku menyadari betapa angkuhnya diri ini ketika ku bersamanya, ampuni ya Allah. jadikan hidupku lebih terkontrol agar diri-Mu selalu ada di hatiku, Allahummaghfirli dzunubi ya Rabbal Aalaamiin...........


 

Sabtu, Oktober 23, 2010

Solidaritas itu indah part 2

- 7 komentar
Menyambung judul yang pertama...

Saat itu kamipun masuk kedalam rumah sakit untuk melihat keadaan yang sakit, oooyaa yang sakit itu, namanya Ridho anak dari bibiku, umurnya sekitar 4.5 tahun, mengidap penyakit leukimia atau kanker darah, kasian sekali anak tersebut, dulu badannya putih, lucu juga, tetapi saat itu badannya terlihat berwarna biru, kurus, dan kadang darah keluar sendiri dari dalam hidungnya, kadang juga muntah darah, sehingga kadang dia sangat membutuhkan bantuan darah.

Dari hal tersebut sangat menyadarkanku akan betapa berartinya kesehatan dan karunia Tuhan kepada kita, begitu juga sumbangan darah yang sangat-sangat-sangat berrguna bagi mereka yang membutuhkan, kesehatan yang kadang tidak kita sadari ini selalu membuat kita lalai dan lupa dari mengingat Sang Kholiq. Ampuni kami ya ALLAH...

Next, ketika kami berada dalam ruangan tersebut, aku melihat paman sambil menggendong ridho, sedangkan bibiku terlihat selalu menangis, seakan tak kuasa melihat betapa beratnya penyakit yang didera ridho. Aku pun tak sanggup berada di dalam ruangan tersebut dan akhirnya kami pun duduk-duduk di luar ruangan, walau saat itu sangat dingin. Dan tiba-tiba acilku pun berlari seraya menuju mengharap bisa mendapatkan darah yang telah didonorkan tadi, aku pun hanya terbengong melihat, tapi hati ku pun terenyuh, Ya Allah betapa besar pengorbanan seorang ibu, dia yang begitu khawatir, berlari-lari seakan  sesuatu ketakutan mengejar beliau, Ya Allah ampuni hamba-Mu ini yang kadang tak berbakti kepada orang tua, selebihnya Ibuku, ummi maafkan anakmu ini, I Love U maa...*mata berkaca-kaca*  J “ya Allah ya Rabbi, jaga beliau, jaga kesehatan beliau, jauhkan dari marabahaya, berilah selalu keberkahan agar hidup ibu begitu indah”.dan begitu pun juga dengan Ayahku, aku mencintai mereka Ya Allah....”rabbigh firli waliwalidayya, warhamhuna kama rabbayaani sooghiiraa..”

Ketika sampai di kantor PMI tersbut, karena kantor PMI tersebut bersampingan dengan rumah sakit. Beliau seraya meminta darah tersebut dan ternyata darah tersebut tidak bisa langsung diambil, karena harus diproses dulu, sedangkan anak tersebut sangat membutuhkan. Hingga akhirnya terpaksa anak tersebut disuntik dengan sesuatu yang mungkin menahan pengeluaran darah dirinya. Dan selesai disuntik ternyata bukanlah seperti yang diharapkan, ternyata sang anak tetap mengeluarkan darah, hingga akhirnya dua kali sang Ibu berlari kembali meminta darah, dan hasil dapat satu kantong, tetapi anak tersebut membutuhkan 6 kantong, hingga akhirnya darah pun bisa dimasukkan kembali setelah jam tujuh pagi. Kami pun terkejut, bagaimana anak ini padahal dia sangat membutuhkan, hingga akhirnya bibiku menyuruhku untuk membeli tissu, karena tissu untuk menyapu darah yang keluar dari anak tersebut sudah mau habis, akhirnya aku pun keluar rumah sakit, terpaksa harus menggunakan jalan masuk UGD, karena jalan lain tertutup semua. Hingga keluar jalan dan alhamdulillah dapat tissu, dan setelah kuberikan tissu tersebut, akupun tak kuasa melihat sang Ibu yang selalu menangis smbil membacakan kalimat tahlil.

Akupun keluar rumah sakit dan hatiku selalu berdoa dalam hati, sambil hati tak bisa tenang merasakan musibah yang menimpa keluargaku tersebut. Akhirnya akupun pulang kekost ku, begitu juga para keluargaku yang lain, mereka juga pulang kerumah . karena waktu saat itu kalau tidak salah menunjukkan jam 4 subuh. Aku mash tertidur

Pagi itu di rumah sakit, Ridho meminta ayahnya untuk dibawa berjalan-jalan keluar Rumah sakit, sang ayahpun membawa berjalan, dan akhirnya sekitar jam 8 sang anak menghembuskan nafas terakhir dalam pelukan sang ayah. (maaf kalau salah dengar, karena saat itu saya masih dikost).

Aku siang itu hanya bisa terkejut mendengar kabar trsebut. Tapi itulah Takdir.

Marilah kita bersama berdoa

“ya Allah, Tuhan semesta alam, yang menciptakan, maha pengasih lagi maha penyayang, jutaan karunia-Mu yang tak kami sadari selalu membuat kami lupa akan berbagai nikmat-Mu, semua yang engkau berikan tak pernah kami balas dengan sekuat usaha kami, kami seakan cuek dengan berbagai rizki yang Engkau berikan. Ya Allah ampuni dosa kami, hidup di dunia yang hanya sebentar ini, yang juga sebagai jembatan penyeberangan ini, kadang kami lupa ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus. Untuk bisa bersama menggapai Ridho-MU. Ampuni kami ya Allah... Ampuni kami ya Allah.... Ampuni kami ya Allah...subhana rabbika rabbil izzati amma yusrifun, wa salamun alal mursalin wal hamdulilahirabbil alamin...

Jumat, Oktober 22, 2010

Puisi ini untuk-Mu ya Rabb

- Tidak ada komentar

Bismillahirrahmairrahim


 


hati penuh luka berbalut kesedihan


membangun diri untuk bisa bangkit kembali


terpuruk melawan asa, penuh rintihan dan dera...


Ya Rabb....cinta-Ku yang hanya untuk-Mu seakan memudar


ku mengaku mencinta-Mu, tapi semua itu sebuah kebohongan belaka


ketenangan, keindahan, dan kenikmatan yang kurasakan ketika ku mencinta-Mu seakan hilang tak bernyawa


saat ku mengingat-Mu, itu hanya ucapan, sebuah tuturan lisan yang tak berarti mungkin bagiku


ampuni hamba-Mu ini ya Allah


aku ingin kembali pada-Mu


ya Allah aku ingin kembali mencintai-Mu


biarkan diri ini menangis meratapi semua yang telah ku lakukan


terimakasih ya Rabb atas semua teguran yang Kau berikan


begitu pahit memang, begitu pedih terasa


biarkan air mata ini memohon ampun


aku mencinta-Mu ya Allah


beri hamba jalan lurus-Mu...


beri hamba kesabaran, kekuatan dan keikhlasan dalam menjalani beratnya perasaan ini


beri hamba kesabaran hingga akhirnya hamba bisa menjemput seseorang yang bisa menemani hamba-Mu ini dalam bersama mencinta-Mu, ya rabbi aku mencintai-Mu


ampuni hamba...........


 


 


*masih terluka* 11:07 jumat okt 2010

Rabu, Oktober 20, 2010

Solidaritas Itu Indah

- 2 komentar


Dug2 dug..dalam nyman tidurku, ku terkejut dengan datangnya paman dan adekku...

“darah ikam apa? A kalo”, lakasi kita nah, cucu kai butuh 6 kantong darah.

“kandaraan ulun lampunya mati mannai”

“ayuha kita batiga”

“Eits, kada jadi gin, bagimitan kawa ai”

Sekitar jam 1 malam, kami bertiga menuju kearah kantor PMI samping Rumah Sakit Ulin, sesampai disana, kami langsung menuju TPD (tempat pengambilan darah) “maaf. Bikin istilah sendiri” hehe

Setelah berbaring untuk diambil darah, dan aku pun ragu,

“kayapa amun batimbang dahulu?”

Yu

Alhasil, donor darah pun gagal terlaksana, karena timbangan badanku kurang 1 kg dari minimal timbangan pendonor

Hufftt ada rasa sedih bercampur bingung, bagaimana ya dia kalau darah yang diperlukan tidak cukup, 2 kantong darah juga gagal didonorkan, karena darah keluargaku mengidap gejala hepatitis, hingga akhirnya kami keluarga pun kebingungan, kemana mencari darah jam 2 malam begini, teman2 dekatku juga pada pulang kampung, kebetulan musibah ini terjadi  beberapa hari setelah hari raya idul fitri kemaren, walau sebenarnya sudah dirawat sekitar 2 bulan.

Hingga akhirnya kami hanya duduk2 di depan kantor PMI tersebut, sembari memerhatikan percakapan orang-orang duduk di bangku kantor PMI tersebut, dan akupun mengenali kalau ternyata mereka adalah anggota BPK (badan pemadam kebakaran) tapi yang membingungkan adalah  mereka memakai corak warna yang berbeda, bukankah biasanya para Anggota BPK memakai corak warna yang sama. Dan kucermati hingga ternyata terlihat seorang memegang kertas dengan pulpennya,dan  menanyakan setiap anggota BPK yang datang,

“dari BPK mana”

Dan jawaban berbeda-beda setiap para anggota BPK datang

“sultan adam, majta, banua hanyar, mana lagi yaa...lupa ...

Dan semakin kuperhatikan, teryata seorang berbadan sedikit gempal, dengan memegang orari, beliau komat-kamit, seperti siaran berita “hehehehe” maaf lupa kata-katanya, tapi yang jelas isi komat-kamit beliau tersebut adalah berupa ucapan-ucapan informasi yang mengabarkan siapa saja yang bersedia menyumbangkan darahnya untuk secepatnya berhadir ke tempat tersebut karena si sakit sangat membutuhkan darah,,,

Kebetulan kakek saya tersebut juga anggota BPK, jadi banyak para anggota BPK datang membantu dengan keikhlasan mereka, Saya salut dengan solidaritas mereka, rasa persaudaraan yang begitu kuat sehingga merekatkan hubungan mereka. Ketika itu kakek saya melihat seorang yang telah selesai mendonorkan darahnya, dan kemudian beliau mendekati orang tersebut, terlihat kakek seperti menjulurkan uang seraya memaksa si pendonor agar mengambil, tetapi sang pendonor tidak bersedia, walau dipaksa tetap tidak bersedia, hingga akhirnya seorang yang memegang orari tersebut berkata “paman, kita disini sama-sama, pian membari duit kaya tadi, kada handak lagi ulun menolongi”. Behhh mantap kan, rasa kekeluargaan mereka yang begitu kuat.

To be continued

sambungannya disini 
solidaritas itu indah part 2

Minggu, Oktober 17, 2010

Begitu Indahnya

- 4 komentar

Cinta itu indah, sangat indah dan begitu indah...

penuh jutaan warna yang akan membuat senyummu terus mengambang ataukah membuat senyummu begitu mahal...

cinta bisa mendinginkan api yang sedang membara

cinta sanggup membengkokkan besi yang sedang dingin

cinta, sekali lagi cinta dan hanya cinta....

indah betul, penuh keindahan dan sangat indah...

tapi mengapa cinta juga menghancurkan dirinya sendiri..

patah dan terluka disaat cinta hilang dari dirinya...

hal itu mereka sadari, tapi sejuta penyesalan selalu menghantui hati...

cintaa apakah hanya menyejukkan atau juga menyakitkan...

ya Allah Anta Rabbi yang penuh dengan keindahan, penuh dengan kasih dan sayang...

berikan lah hamba-Mu ini cinta yang penuh dengan kasih dan sayang, penuh dengan kelembutan dan kesetiaan...

seperti cintanya seorang Ibu kepada Anaknya...cinta yang penuh dengan pengorbanan dan kerelaann....

amiinn Ya Rabbi....ampunilah dosa hamba-Mu ini yang selalu lupa untuk mensyukuri kasih sayang yang Kau berikan....

Jumat, Oktober 15, 2010

PPL (pengalaman-pengalaman lucu)

- 10 komentar
hemmm PPL II emank seru :D ....setelah semester kemaren disibukkan dengan PPL I, yang dihadapi juga para teman2 satu semester, jadi satu jadi guru dan yang lain jadi murid,,,hemmm bisa diliat tu gimana gokilnya mahasiswa2 tua pada berubah jadi anak sekolahan...

dan sekarang sudah mulai praktek disekolah...

hemmm kesan pertama sii masih canggung, dan setelah beberapa minggu akhirnya oke juga...yaa gimana ga oke, wong anak2 ceweknya cuantik-cuantik (wkwkwkwkwk) maaf dek, bukannya naksir cuman jadi makin semangat aja kalo ngajar, whehehehe

hemm pertama masuk ke kelas 3, wuahhh siswanya GEDE-GEDE...(jadi canggung, gimana naklukkinnya)akhirnya teriak2 gak karuan, biar anak2 mulai tenang, hingga berbagai metode mengajar juga dipakai, huahhh dan akhirnya saatnya kita latihan, adn sekarang latihan mendengar,jadi Anak-Anak (wuahhhh langsung ada yang protes, kak masa kami anak-anak)wkwkwk wah kacau ni, jadi salah tingkah akhirnya,,,tapi gapapa, langsung dialihkan pembicaraan biar aman, hehe

akhirnya latihan mendengar dan menulis pun selesai, waktu pelajaran juga habis, sekarang saatnya tugas dikumpul,,,setelah terkumpul dan huhhh ku cuman bisa ketawa2 gak karuan aja, ada yang nulis dibelakang kertasnya "ka' kenalan" donk...kakak . .(titik-titik-titik) . . . . .deh.... trus yang parah lagi (dengan nada polosnya anak nulis yang lain bilang , "ka,ett FB ulun yaa...ulun tunggu FB pian...hahay makin semangat jadinya....okee doain aja ya biar nilai PPL nya baguzzz... :D

PPL (pengalaman-pengalaman lucu)

- 10 komentar
hemmm PPL II emank seru :D ....setelah semester kemaren disibukkan dengan PPL I, yang dihadapi juga para teman2 satu semester, jadi satu jadi guru dan yang lain jadi murid,,,hemmm bisa diliat tu gimana gokilnya mahasiswa2 tua pada berubah jadi anak sekolahan...

dan sekarang sudah mulai praktek disekolah...

hemmm kesan pertama sii masih canggung, dan setelah beberapa minggu akhirnya oke juga...yaa gimana ga oke, wong anak2 ceweknya cuantik-cuantik (wkwkwkwkwk) maaf dek, bukannya naksir cuman jadi makin semangat aja kalo ngajar, whehehehe

hemm pertama masuk ke kelas 3, wuahhh siswanya GEDE-GEDE...(jadi canggung, gimana naklukkinnya)akhirnya teriak2 gak karuan, biar anak2 mulai tenang, hingga berbagai metode mengajar juga dipakai, huahhh dan akhirnya saatnya kita latihan, adn sekarang latihan mendengar,jadi Anak-Anak (wuahhhh langsung ada yang protes, kak masa kami anak-anak)wkwkwk wah kacau ni, jadi salah tingkah akhirnya,,,tapi gapapa, langsung dialihkan pembicaraan biar aman, hehe

akhirnya latihan mendengar dan menulis pun selesai, waktu pelajaran juga habis, sekarang saatnya tugas dikumpul,,,setelah terkumpul dan huhhh ku cuman bisa ketawa2 gak karuan aja, ada yang nulis dibelakang kertasnya "ka' kenalan" donk...kakak . .(titik-titik-titik) . . . . .deh.... trus yang parah lagi (dengan nada polosnya anak nulis yang lain bilang , "ka,ett FB ulun yaa...ulun tunggu FB pian...hahay makin semangat jadinya....okee doain aja ya biar nilai PPL nya baguzzz... :D

Selasa, Oktober 12, 2010

Unknown title

- 9 komentar
Kedipan desktop yang begitu cepat,tak menghentikan mataku tuk menatapnya lebih dalam...
Sementara bunyi gemuruh mesin bercampur gelembung udara yang pecah ketika naik kepermukaan air,memberikan suasana tersendiri bagi diriku,,,sebenarnya banyak PR buat membenahi diriku,tetapi entah kenapa,dengan kesibukan yang tidak begitu penting,tetap saja tak menyemangatkanku,,,uwh mengeluh bukanlah solusi terbaik dalam mengatasi masalah,tapi yang terbaik adalah bagaimana cara berfikir dan bertindak,agar kiranya di waktu yang akan datang tak akan terperosok kedalam lobang tuk yang kedua kalinya...BISMILLAH semoga awal ini semangat tuk lebih baik :)