Jumat, Maret 13, 2009

banjarmasin ku sayang

Aruh Blogger

hidup penuh perjuangan

mungkin itulah sebuah ungkapan untuk kita yang tak akan pernah bisa lepas dari sekian panjangnya perjalanan yang kita tempuh ini, betapa tidak, seorang pengemis yang demi mendapatkan sesuap nasi, dia berusaha mati-matian untuk mendapatkan belas kasihan para dermawan agar rela memberikan sedikit dari uangnya untuk kehidupan mereka, lihat saja dikalimantan selatan ini, betapa banyak para pengemis yang bertebaran dikota ini, mereka semua itu perlu bantuan kita semua, mereka sangat perlu diperhatikan karena hanya kita lah yang bisa membantu mereka, tetapi yang sangat disayangkan sekali karena betapa banyaknya orang-orang yang kuat lahir batinnya, fisiknya tidak cacat sedikitpun, mereka tak pernah hentinya untuk mengemis, lihat saja diperempatan lampu merah, dipasar-pasar, disamping mesjid, seakan-akan hidup mereka hanya diisi dengan mengemis, bahkan yang lebih menyedihkan adalah para pengemis mewariskan ilmu-ilmu mengemis mereka tumpahkan kepada anak-anak mereka yang berumur sekitar 5 tahun an. Dengan terlatihnya mereka tak segan-segan anak itu menangis dihadapan orang-orang sehingga mendapat belas kasihan dari orang lain, betapa menyedihkan kota kita tersayang ini, karena dengan banyaknya pengemis yang bertebaran dimuka bumi banjarmasin tercinta ini. Kadang para pengemis itu juga menghebohkan karena saya sendiri pernah menemui anak-anak pengemis yang meminta kantong plastik kepada tukang warung, dan kemudian kantong platik itu dijadikan sebagai tempat meletakkan uang mereka, dan yang lebih mencengangkan lagi adalah para anak-anak pengemis itu memasukkan semua uang yang mereka peroleh dari mengemis itu sehingga kantong plastik itu penuh dengan uang, walaupun hanya kantong plastik kecil tetapi plastik itu penuh dengan uangnya,

Kadang para pengemis itu juga bisa membuat kesal orang lain karena diantara para pengemis ialah mereka tidak menerima apabila uang yang diberikan uang kecil atau recehan, mereka menolak uang yang diberikan dan meminta uang yang lebih besar lagi

Ada yang lebih membuat kita merasa jengkel adalah para pengemis yang berkedok atau bertampangkan para peminta sumbangan, mereka tak malu-malu dengan mengatakan dari pesantren ini, atau buat anak yatim dan ada juga pengemis ataukah juga seorang penipu karena mereka sengaja datang kerumah orang dan tanpa basa-basi mengetuk pintu secara keras sehingga mengejutkan penghuni rumah dan peminta itu menyerahkan sekumpulan kertas dengan tertulis nama-nama penyumbang dan nominal yang disumbangkannya, tak berselang lama orang yang diminta sumbangan tidak memberikan uang, dia bilang " terimakasih saja," atau bahasa kasarnya " lalui saja". Kemudian peminta sumbangan tersebut marah seakan-akan ubun-ubunnya ingn meledak dan meninggalkan rumah tersebut dengan amarahnya, banyak para peminta sumbangan yang kalau dilihat dari penampilannya tidak sesuai dengan alasan yang dikemukakannya, contoh lagi ada seorang peminta yang mengatakan dari pesantren ini tetapi peminta tersebut rambutnya panjang, bahkan berpirang, sehingga berlawanan dengan hal yang dibawanya tersebut,

Pengemis dikota banjarmasin ini juga bisa dibilang semakin hari semakin bertambah, karena saya bisa merasakan perkembangan itu, sebut saja pasar ahad yang terletak dipal 7 dibanjarmasin, disana saya minggu-minggu pertama saya lari paig mungkin pengemis disana bisa dihitung, mungkin sekitar 3 orang pengemis, kemudian minggu-minggu berikutnya pengemis semakin banyak ditempat itu, seakan-akan semakin minggu semakin banyak pengemis yang datang.

Hal inilah yang sangat perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah, bagaimana mereka menanggapi para pengemis ini, karena kita tak pernah tahu bagaimana beratnya hidup mereka, mungkinkah mereka mengemis itu dengan terpaksa karena betapa beratnya perjalanan hidup mereka, ataukah itu adalah sebuah pekerjaan sehari-hari mereka sehingga apabila tidak mengemis maka tidak mendapatka penghasilan.

,

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Jejak, Insya Allah saya akan berkunjung balik

Copyright © 2014 ieZul Blog | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top