Jumat, Februari 13, 2009

disini ada maqalah tentang remedial teaching pada mata kuliah psikologi pendidikan



BAB II
PEMBAHASAN

Prosedur dan tujuan pelaksanaan pengajaran remedi/ perbaikan.

Remedial teaching yang merupakan salah satu bentuk bimbingan belajar dapat dilaksanakan melalui prosedur sebagai berikut :
1. Meneliti kasus dengan permasalahannya sebagai titik tolak kegiatan-kegiatan berikutnya. Tujuan penelitian kembali kasus ini adalah agar memperoleh gambaran yang jelas mengenai kasus tersebut, serta cara dan kemungkinan pemecahanya. Berdasar atas penelitian kasus akan dapat ditentukan murid-murid yang perlu mendapatkan remedial teaching. Kemudian ditentukan besarnya kelemahan yang dialami dan dalam bidang study apa saja mengalami kelemahan.
Selanjutnya meneliti dalam domain apa mengalami kesulitan apakah kogntifnya sebagai hafalan, pemahaman ataukah aplikasinya : efektif seperti penganggapan, sikap ataupun penghargaan, ataukah psikomotornya : keterampilan, kemampuan expresinya dan lain-lain.
Dalam langkah pertama ini juga dibahas mengenai factor-faktor penyebab kesulitan murid, baik yang berasal dari diri sendiri maupun yang berasal dari luar dirinya, yang berasal dari dalam diri misalnya :
• tingkat kecerdasannya;
• motivasi untuk berprestasi;
• sikap dalam belajar;
• kebiasaan belajar
• penguasaan pengetahuan dasar
sedang penyebab yang berasal dari luar :
• keterbatasan sumber belajar;
• kecocokannya dalam program yang diambil
• kurang tepat cara mengajar
• fasilitas yang terbatas
• kuranng serasi hubungan guru dan murid
• pengaruh lingkungan terhadap belajar
• tuntutan dari lembaga (program) yang terlalu tinggi dan lian-lain
2. Menentukan tindakan yang harus dilakukan : dalam hal ini sebagai kelanjutan langkah pertama diatas dilakukan usaha-usaha untuk menentukan karakteristik kasus yang ditangani tersebut. Apakah kasus tersebut termasuk klasifikasi berat, cukup atau ringan. Kasus yang cukup bila murid telah Mampu menemukan pola belajar tetapi belum dapat berhasil karena ada hambatan psikologis.
kasus yang ringan bila murid belum menemukan cara belajar yang baik. Kasus yan berat adalah disamping belum memiliki cara belajar yang baik, juga memiliki hambatan emosional.
Setelah karakteristik harus ditentukan, maka tindakan pemecahan perlu dipikirkan, yaitu :
a. kalau kasusnya ringan, tindakan yang ditentukan adalah memberikan remedial teaching.
b. Kalau kasusnya cukup dan berat, maka sebelum diberiikan remedial teaching harus diberi layanan konseling dulu, yaitu untuk mengatasi hambatan-hambatan emosional yang mempengaruhi cara belajarnya.
Berdasarkan atas karakteristik kasus tersebut, maka pada tahap kedua ini adalah membuat keputusan tentang cara mana yang harus dipilih diantara A atau B diatas.
Untuk itu beberapa pertimbangan yang dapat dipakai dalam mengambil keputusan adalah :
1. factor efektivitas yaitu ketepatan tercapainya tujuan remedial teaching.
2. factor efisiensi, yaitu sedikitnya tenaga, bead an waktu yang dipergunakan, namun hasilnya seoptimal mungkin.
3. factor kesusilaan dengan jenis masalah, sifat individu, fasilitas dan kesempatan yang tersedia. Berdasarkan atas pertimbangan-pertimbangan tersebut, dan dengan memperhatikan masalah etika dan moral, maka langkah ke-2 dilakukan.
3. Pemberian layanan khusus, yaitu bimbingan dan konseling. Tujuan dari usaha layanan khusus bimbingan penyuluhan ini adalah mengusahakan agar murid yang menjadi kasus itu terbatas dari hambatan mental emosional (ketegangan batin), sehingga kemudian siap menghadapi kegiatan belajar secara wajar.
B. kasus yang mempunyai latar belakang sikap negative terhadap guru. Untuk ini langkah yang dapat dilakukan adalah :
1. menciptakan hubungan yang hangat antara guru dengan murid dan murid dengan murid.
Menciptakan iklim social yang sehat dalam kelas.
Memberikan pengalaman yang sehat dan menyenangkan.
C. kasus yang mempunyai latar belakang kebiasaan yang salah. Dalam hal ini cara yang dapat dilakukan adalah :
1. menunjukkan akibat dari kebiasaan belajar yang salah.
2. memberikan kesempatan berlatih dengan pola-pola belajar yang baru.
D. kasus yang berlatar belakang ketidakcocokan antara keadaan pribadi dengan lingkungannya dan programnya.
Untuk ini dapat diberikan saran :
1. memberi bimbingan informasi dalam memilih program dan cara belajar.
2. pengenalan dengan memberikan wawasan tentang program yang ditempuh.
Mengenai berhasil tidaknya layanan pada langkah ketiga ini, beberapa indicator dapat dipakai yaitu :
1. menunujukkan minat untuk mencari pemecahan masalahnya
2. menunjukkan kesediaan kerjasama dengan petugas-petugas BP
3. adanya sikap terbuka kaena ketegangan mulai berkurang.
4. mulai menyadari masalahnya secara realistis
5. menunjukkan sikap yang positive dalam memilih langkah pemecaha berikut.
6. menunjukkan kesediaan untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
4. Langkah pelaksanaan remedial teaching
setelah terciptanya pra kondisi seperti pada langkah C, maka kemudian dapat dilakukan remedial teaching (pengajaran perbaikan).
Sasaran pokok daripada langkah ini adalah peningkatan prestasi maupun kemampuan menyesuaikan diri sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh guru.
5. Melakukan pengukuran kembali terhadap prestasi belajar. Dengan diselesaikannya pelaksanaan remedial teaching, maka selanjutnya dilakukan pengukuran terhadap perubahan pada diri murid yang bersangkutan. Apakah dia sudah dapat mencapai apa yang telah direncanakan dalam kegiatan remedial teaching atau belum. Untuk mengetahui hal itu dilakukan pengukuran terhadap prestasinya kembali dengan alat tes sumatif seperti yang digunakan pada proses belajar mengajar yang sesungguhnya.
6. Melakukan re-evaluasi dan re-diagnotik. Hasil pengukuran yang dilakukan pada langkah ke-5 kemudian ditafsirkan dengan membandingkan dengan criteria seperti pada proses belajar mengajar yang sesungguhnya. Adapun hasil penafsiran itu dapat terjadi 3 kemungkinan, yaitu :
a. kasus menunjukkan kenaikan prestasi yang dihasilkan sesuai dengan criteria yang dihasilkan
b. kasus menunjukkan kenaikan prestasi, namun belum memenuhi criteria yang diharapkan
c. kasus belum menunjukkan perubahan yang berarti dalam hal prestasi.
Sebagai tindak lanjut dari langkah remedial teaching adalah 3 kemungkinan :
a. bagi kasus yang berhasil, maka selanjutnya diteruskan keprogram berikutnya.
b. Bagi kasus yang belum berhasil sepenuhnya diserahkan kepada pembimbing untuk diadakan pengayaan
c. Bagi kasus yang belum berhasil, perlu diagnosis lagi untuk mengetahui letak kelamahan remedial teaching untuk selanjutnya diadakan ulangan dengan alternative yang sama.

Tujuan remedial teaching

Pembaharuan pendidikan dinegara kita, salah satunya mengarah kepada cara belajar siswa aktif (CBSA), dalam arti, memberikan peranan yang aktif kepada para siswa. Dengan keaktifan ini diharapkan para siswa mampu menangkap dan menguasai secara tuntas setiap mata pelajaran yang disampaikan dan yang dipelajari. Sehingga tujuan intruksional yang telah dirumuskan dapat dicapai dengan sebaik-baiknya. Demikian pula, proses belajar-mengajar dapat terlaksana secara lebih efektif dan efisien. Namun, dalam rangka memenuhi harapan tersebut, seringkali guru dihadapkan pada suatu kenyataan bahwa tingkat kemampuan siswa dalam hal mencerna dan menguasai mata pelajaran itu berbeda-beda. Khusus bagi mereka yang kurang mampu atau yang mengalami kesulitan dalam belajarnya, maka kepada mereka prelu diberikan bantuan tertentu; misalnya, dengan menambah pelajaran. Mengulangi kembali, memberikan latihan-latihan khusus an sebagainya. Yang disesuaikan dengan jenis dan tingkat kesulitan belajarnya.
Diselenggarakannya kegiatan remedial teaching itu memiliki maksud dan tujuan, baik dalam arti luas atau ideal maupun dalam arti sempit, atau operasional. Dalam arti luas atau ideal, kegiatan remedial teaching bertujuan memberikan bantuan baik berupa perlakuan pengajaran maupun berupa bimbingan dalam upaya mengatasi kasus-kasus yang dihadapi para siswa. Bantuan yang berupa perlakuan pengajaran dalam proses belajar-mengajar, misalnya berupa ; modul, PPSI, berbagai metode mengajar dan sebagainya. Sedangkan bantuan yang berupa bimbingan lebih banyak menekankan kepada kesejahteraan mental siswa. Kemudian dalam arti sempit atau operasional, kegiatan remedial teaching bertujuan untuk memberikan bantuan yang berupa perlakuan pengajaran kepada siswa yang lambat, sulit, gagal belajar, agar mereka secara tuntas dapat menguasai bahan pelajaran yang diberikan kepada mereka (ischak dan warji,1987,hlm.34-36)
Tegasnya dalam proses belajar-mengajar, program atau kegiatan perbaikan itu bertujuan untuk membantu para siswa ayng mengalami kesulitan belajar, yang dengan bantuan tersebut mereka dapat mencapai tingkat penguasaan yang ditetapkan.

















BAB III
PENUTUP

Kesimpulan


Remedial teaching yang merupakan salah satu bentuk bimbingan belajar dapat dilaksanakan melalui prosedur sebagai berikut :
• meneliti kasus dengan permasalahannya sebagai titik tolak kegiatan-kegiatan berikutnya
• menentukan tindakan yang harus dilakukan
• pemberian layanan khusus, yaitu bimbingan dan konseling.
• langkah pelaksanaan remedial teaching
• melakukan pengukuran kembali terhadap prestasi belajar
• melakukan re-evaluasi dan re-diagnotik

Program atau kegiatan perbaikan itu bertujuan untuk membantu para siswa ayng mengalami kesulitan belajar, yang dengan bantuan tersebut mereka dapat mencapai tingkat penguasaan yang ditetapkan.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Jejak, Insya Allah saya akan berkunjung balik

Copyright © 2014 ieZul Blog | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top